Langsung ke konten utama

Tips Agar Tidak Sakit Hati Saat Ditolak

Setiap orang pasti pernah mengalami bagaimana rasanya jatuh cinta, baik itu laki-laki maupun perempuan. Ketika ada orang yang sedang jatuh cinta, ketika orang tersebut berada di dekat kamu walaupun dari jarak jauh tentu berdebar rasanya hati ini. Ada yang memendam rasa dan ada yang langsung mengungkapkannya atau menembak orang yang dicintainya.

Namun, apa jadinya jika ketika menembak ternyata ditolak, hal tersenut tentu membuat sakit hati. Agar kamu tidak sakit hati atau setidaknya tidak sakit-sakit amat saat ditolak, berikut ini ada beberapa cara yang bisa kamu dilakukan: 

(Pixabay.com)

1. Jangan berekspetasi tinggi

Berekspetasi tinggi terhadap orang yang dicintai tentunya akan menghasilkan kekecewaan yang berat ketika ditolak. Jelas kamu akan merasa kecewa ketika ekspetasi mu diterima justru kenyataannya malah ditolak. 

Jadi, ketika kamu mau menembak seseorang, kamu harus tahu dengan siapa kamu menaruh ekspetasi. Jangan bersikap sombong ketika kamu menembak seseorang, lalu kamu berpikir "tidak ada manusia yang lebih baik seperti saya maka kamu dia harus menerima saya" ketika kamu berpikiran seperti itu, maka orang yang kamu cintai justru malah membenci kamu. Jadi berpikir lah sewajarnya.

2. Tidak berlebihan saat mencintai

Sebelum kamu menembak seseorang, kamu harus tahu posisi diri dulu. Jangan mencintai secara berlebihan jika memang si dia belum milik kamu. Karena ketika kamu mencintainya secara berlebihan lalu ternyata kamu ditolak, maka efeknya kamu akan merasakan rasa sakit yang berlebihan.

Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya saja tidak melebihi rasa cinta kamu terhadap tuhan. Hati manusia tidak ada yang tahu bisa saja kamu benar-benar mencintai si dia tetapi rupanya dia menganggap cinta kamu biasa saja.

3. Kontrol emosi

Rasa kecewa, sedih, dan marah tentunya akan muncul ketika kamu ditolak. Hal yang perlu kamu lakukan ketika kamu ditolak adalah berusaha untuk bisa mengontrol emosi kamu, jangan sampai lepas kendali apa lagi sampai melukai orang yang menolak kamu.

berusaha sabar, menenangkan diri lalu tarik napas secara perlahan mungkin bisa meredakan emosi kamu. Jika tidak bisa sendiri berarti kamu butuh teman yang bisa menenagkan kamu.

4. Siap mental ketika ditolak

Ditolak oleh gebetan tentunya adalah hal yang menyakitkan, hal tersebut tentunya tidak diinginkan oleh banyak orang, namun bagaimana hal tersebut terjadi. Maka dari itu, sebelum hal tersebut terjadi lebih baik kamu persiapkan mental kamu, agar ketika kamu ditolak kamu sudah siap menerima resikonya.

5. Jangan berpikiran negatif

Berpikiran negatif terhadap orang yang telah menolak kamu tentunya hal tersebut adalah hal yang tidak baik. Selain meracuni pikiran seperti timbul rasa sakit hati dan benci. Pikiran negatif akan membuat kamu menjadi pribadi yang pendendam bahkan tidak senang ketika orang yang menolak kamu bahagia. 

Padahal setiap orang juga berhak untuk menolak kamu bukan untuk menyakiti tetapi seseorang ketika menolak kamu tentunya ada alasan-alasan tertentu. Hal yang perlu kamu lakukan agar pikiran negatif itu muncul yaitu kamu bisa menanyakan alasan orang tersebut menolak kamu dan selalu bepikir positif ketika kamu ditolak. 

6. Mengambil hikmahnya

Setiap peristiwa yang terjadi baik itu peristiwa yang menyenangkan maupun peristiwa yang menyedihkan. Di balik itu semua, tentunya ada hikmahnya. Bisa saja tuhan telah mempersiapkan jodoh yang lebih dari sebelumnya. Pokoknya jangan patah semangat dan tetap optimis.

7. Cari yang lain

Sebetulnya ini cuma opsi tambahan saja sih. Kamu mau melakukannya silahkan, tidak juga gak apa-apa. Yang namanya jodoh tentu kita tidak tahu siapa jodoh kita, jangankan orang yang ditolak orang yang pacaran bertahun-tahun saja belum tentu jodohnya. Jadi perbanyak cabang atau perbanyak gebetan adalah cara yang bisa kamu lakukan agar ketika kamu ditolak, kamu bisa cari yang lain.

Jangan terlalu memusingkan soal cinta hidup ini hanya sementara jadi jangan terlalu banyak diambil pusing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan tidak Menciptakan Kemiskinan

Kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak- hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Lalu apakah kemiskinan itu tuhan sendiri yang menciptakannya atau manusia sendirilah yang menciptakan kemiskinan tersebut. Akan tetapi banyak dari kalangan kita yang sering menyalahkan tuhan, mengenai ketimpangan sosial di dunia ini. Sehingga tuhan dianggap tidak mampu menuntaskan kemiskinan. (Pixabay.com) Jika kita berfikir ulang mengenai kemiskinan yang terjadi dindunia ini. Apakah tuhan memang benar-benar menciptakan sebuah kemiskinan ataukah manusia sendirilah yang sebetulnya menciptakan kemiskinan tersebut. Alangkah lebih baiknya kita semestinya mengevaluasi diri tentang diri kita, apa yang kurang dan apa yang salah karena suatu akibat itu pasti ada sebabnya. Tentunya ada tiga faktor yang menyebabkan kemiskinan itu terjadi, yakni pertama faktor  mindset dan prilaku diri sendiri, dimana yang membuat seseorang...

Pendidikan yang Humanis

Seperti yang kita kenal pendidikan merupakan suatu lembaga atau forum agar manusia menjadi berilmu dan bermanfaat bagi masyarakat. Pendidikan merupakan tolak ukur sebuah kemajuan bangsa. Semakin baik sistem pendidikannya maka semakin baik pula negaranya, semakin buruk sistem pendidikannya semakin buruk pula negara tersebut. Ironisnya di negara ini, pendidikan menjadi sebuah beban bagi para murid. Terlalu banyaknya pelajaran, kurangnya pemerataan, kurangnya fasilitas, dan minimnya tenaga pengajar menjadi PR bagi negara ini. Saat ini pendidikan di negara kita hanyalah sebatas formalitas, yang penting dapat ijazah terus dapat kerja. Seakan-akan kita adalah robot yang di setting dan dibentuk menjadi pekerja pabrik. Selain itu, ilmu-ilmu yang kita pelajari hanya sebatas ilmu hapalan dan logika. Akhlak dan moral dianggap hal yang tebelakang. Memang ada pelajaran agama di sekolah namu hal tersebut tidaklah cukup. Nilai tinggi dianggap orang yang hebat. Persaingan antar sesama pelajar mencipta...

Perlukah Seorang Perempuan Memiliki Pendidikan yang Tinggi

. Dilema Perempuan antara memilih mengurus Keluarga atau Melanjutkan Pendidikan Berbicara tentang perempuan dan pendidikan, tentunya ini menjadi dua hal yang menarik untuk dibicarakan. Sejak puluhan tahun yang lalu emansipasi wanita sering disebut-sebut oleh Kartini, sehingga kemudian hal ini menjadi sesuatu yang penting oleh sebagian kalangan. Namun, pada kenyataannya, dalam banyak hal wanita masih kerap ketinggalan, seolah memiliki sejumlah rintangan untuk bisa mendapatkan sesuatu yang terbaik, salah satunya dalam bidang pendidikan. Ilustrasi (Pixabay.com) Meski sampai saat ini semua perempuan dapat mengenyam pendidikan di bangku sekolah seperti halnya pria, namun tidak sedikit juga perempuan yang enggan untuk melakukannya. Sebagian besar wanita merasa puas dengan pendidikan yang hanya menamatkan bangku SMA saja, bahkan ketika bisa menyelesaikan sarjana saja. Hanya sedikit perempuan yang punya keinginan untuk menempuh S2 dan juga S3, dan tentu saja jumlah untuk dua jenjang pendidikan...