Langsung ke konten utama

Evolusi Pikiran Manusia

Mengenai sebuah evolusi mungkin memang masih banyak perdebatan tentang manusia bermula dari kera. Perdebatan itu mungkin tidak akan pernah selesai sampai saat ini. Mengenai sebuah evolusi hal yang menarik untuk dibahas adalah mengenai pemikiran manusia itu sendiri. 

Evolusi sendiri sebenarnya bukan hanya perubahan secara fisik namun juga secara pemikiran. Pada masa lalu mungkin manusia purba memiliki fisik yang kuat dan tangguh, seperti fisik tahan cuaca dingin, kemampuan berlari, berburu, menggigit benda-benda keras dan semacamnya. Di mana mungkin kemampuan itu sudah hilang atau beralih kepada alat-alat yang canggih. Maka tidak heran jika fisik manusia hari ini semakin hari semakin lemah yang berimbas pada usia manusia yang semakin lama semakin pendek.  Sehingga bisa dikatakan bahwa semakin cepatnya teknologi maka semakin lambatnya fisik manusia. 

(Pixabay.com)

Evolusi ini mungkin beralih dari kemampuan fisik dan kepada kemampuan akal. Seperti yang kita ketahui semua bahwa yang membedakan manusia dengan hewan adalah akalnya. Akal manusia ini akan terus berkembang dan maju, berbeda dengan hewan yang sedari dulu perilakunya tetap seperti itu. Biarpun ada hewan yang dikatakan cerdas, tetap saja kemampuan akalnya belum mampu menandingi kemampuan akal manusia. 

Akal pikiran kita sebetulnya merupakan hasil dari evolusi sebelumnya. Sebuah penemuan-penemuan canggih yang sering kita lihat saat ini berasal dari dari pemikiran yang dulu. Misalnya manusia menciptakan sebuah pesawat yang canggih dan super cepat itu tentu berasal dari penemuan pesawat yang sederhana dan mungkin kemampuannya tidak secanggih saat ini. Akan tetapi tetap saja tanpa penemuan terdahulu itu maka tidak akan ada namanya pesawat yang canggih.

Evolusi pikiran ini memang sifatnya bukan secara genetik tetapi secara sosial. Maksud sosial ini adalah dengan cara berhubungan dengan orang lain kemudian saling berbagi ilmu baru dan ilmu tersebut dikembangkan kemudian menemukan ilmu baru lagi dan disebarkan lagi dan seperti itu secara terus menerus. Sehingga menciptakan namanya sebuah peradaban.

Pikiran manusia itu memang berkembang dan perkembangannya itu berasal dari perkembangan sebelumnya. Maka dari itu, penting sekali dalam memahami sejarah. Sejarah jangan dipahami sebagai rentetan waktu tetapi juga harus melihat dari sisi peristiwa yang terjadi dan mengapa itu terjadi. Jika kita bisa memahami rentetan sejarah pemikiran,  maka kita akan tahu seperti apa perkembangan pemikiran dari masa ke masa.

Sebuah evolusi pemikiran ini tentunya berawal dari orang-orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata yang selalu berkontribusi dalam kemajuan teknologi. Evolusi pikiran manusia tidak hanya sebatas sains saja tetapi juga sosial, seni, dan ilmu-ilmu lainnya juha berkembang. 

Pemikiran itu sebetulnya tidak ada yang murni secara turun temurun. Jangankan dimasa yang berbeda, bahkan di masa yang sama pun pengetahuan jika disampaikan oleh orang lain pasti akan ada perbedaan dari pemahaman. Begitu juga agama, tidak agama yang benar-benar murni sebetulnya yang ada adalah pemahaman agama yang semakin mendalam, berkembang dan beragam. Pemikiran itu memang tidak ada yang benar-benar murni. Semuanya pasti hasil dari pemikiran sebelumnya yang kemudian dikembangkan dan bisa juga mereka yang berbeda pemahaman dari satu sumber pemikiran akan membuat ilmu pengetahuan menjadi semakin beragam. 

Orang tua, kakak dan nenek kita mungkin pernah bercerita tentang kehidupannya di masa lalu, yang dimana mungkin berbeda jauh dengan kehidupan sosial yang kita alami saat ini. Ini lah yang menjadi bukti bahwa kehidupan sosial kita selalu berubah entah berubah menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh sebuah pemikiran, gagasan lalu kemudian membuat sebuah aturan kebijakan, yang kemudian merubah tatanan sosial hingga mempengaruhi diri kita. Ini lah yang dimaksud dari pikiran kita memang hasil dari evolusi pemikiran yang sebelumnya. 

Evolusi pemikiran ini mungkin tidak hanya dari segi ide seseorang dan kebijakan aturan tetapi lebih besar lagi memang pengaruh globalisasi. Dengan adanya globalisasi ini tidak menutup kemungkinan bahwa, evolusi pemikiran kita itu karena dipengaruhi oleh sesuatu dan kemudian menyebar dengan begitu cepat. Misalnya seperti trend pakaian dan makanan, trend ini tentunya bisa hadir sampai mempengaruhi karena sebab globalisasi. Globalisasi ini memang seperti roda gigi yang saling menghubungkan satu sama lain. Inilah yang disebut dengan evolusi pikiran, dimana pikiran akan selalu berkembang dan akan selalu terhubung baik dimasa kini maupun dimasa yang akan datang.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan tidak Menciptakan Kemiskinan

Kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak- hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Lalu apakah kemiskinan itu tuhan sendiri yang menciptakannya atau manusia sendirilah yang menciptakan kemiskinan tersebut. Akan tetapi banyak dari kalangan kita yang sering menyalahkan tuhan, mengenai ketimpangan sosial di dunia ini. Sehingga tuhan dianggap tidak mampu menuntaskan kemiskinan. (Pixabay.com) Jika kita berfikir ulang mengenai kemiskinan yang terjadi dindunia ini. Apakah tuhan memang benar-benar menciptakan sebuah kemiskinan ataukah manusia sendirilah yang sebetulnya menciptakan kemiskinan tersebut. Alangkah lebih baiknya kita semestinya mengevaluasi diri tentang diri kita, apa yang kurang dan apa yang salah karena suatu akibat itu pasti ada sebabnya. Tentunya ada tiga faktor yang menyebabkan kemiskinan itu terjadi, yakni pertama faktor  mindset dan prilaku diri sendiri, dimana yang membuat seseorang...

Pendidikan yang Humanis

Seperti yang kita kenal pendidikan merupakan suatu lembaga atau forum agar manusia menjadi berilmu dan bermanfaat bagi masyarakat. Pendidikan merupakan tolak ukur sebuah kemajuan bangsa. Semakin baik sistem pendidikannya maka semakin baik pula negaranya, semakin buruk sistem pendidikannya semakin buruk pula negara tersebut. Ironisnya di negara ini, pendidikan menjadi sebuah beban bagi para murid. Terlalu banyaknya pelajaran, kurangnya pemerataan, kurangnya fasilitas, dan minimnya tenaga pengajar menjadi PR bagi negara ini. Saat ini pendidikan di negara kita hanyalah sebatas formalitas, yang penting dapat ijazah terus dapat kerja. Seakan-akan kita adalah robot yang di setting dan dibentuk menjadi pekerja pabrik. Selain itu, ilmu-ilmu yang kita pelajari hanya sebatas ilmu hapalan dan logika. Akhlak dan moral dianggap hal yang tebelakang. Memang ada pelajaran agama di sekolah namu hal tersebut tidaklah cukup. Nilai tinggi dianggap orang yang hebat. Persaingan antar sesama pelajar mencipta...

Perlukah Seorang Perempuan Memiliki Pendidikan yang Tinggi

. Dilema Perempuan antara memilih mengurus Keluarga atau Melanjutkan Pendidikan Berbicara tentang perempuan dan pendidikan, tentunya ini menjadi dua hal yang menarik untuk dibicarakan. Sejak puluhan tahun yang lalu emansipasi wanita sering disebut-sebut oleh Kartini, sehingga kemudian hal ini menjadi sesuatu yang penting oleh sebagian kalangan. Namun, pada kenyataannya, dalam banyak hal wanita masih kerap ketinggalan, seolah memiliki sejumlah rintangan untuk bisa mendapatkan sesuatu yang terbaik, salah satunya dalam bidang pendidikan. Ilustrasi (Pixabay.com) Meski sampai saat ini semua perempuan dapat mengenyam pendidikan di bangku sekolah seperti halnya pria, namun tidak sedikit juga perempuan yang enggan untuk melakukannya. Sebagian besar wanita merasa puas dengan pendidikan yang hanya menamatkan bangku SMA saja, bahkan ketika bisa menyelesaikan sarjana saja. Hanya sedikit perempuan yang punya keinginan untuk menempuh S2 dan juga S3, dan tentu saja jumlah untuk dua jenjang pendidikan...