Langsung ke konten utama

Filsafat Diri (Keputusan Untuk Masa Depan)

 


Keputusan adalah memilih dari beberapa pilihan. Keputusan ini bisa menjadi sebuah penentu dalam menentukan nasib kita kedepannya. Dalam setiap keputusan tentu akan memiliki resiko yang akan dihadapi. Maka dari itu, dalam memilih suatu keputusan maka kita harus berpikir cermat dalam memahami informasi dan situasi sert bijak dalam memilih suatu keputusan. 

Sebelum menentukan keputusan yang lebih besar seperti kebijakan negara. Lebih baik kita belajar dalam memutuskan suatu pilihan dalam diri kita. Pilihan bijak dalam memilih pilihan mana yang terbaik dalam diri kita adalah hal yang sangat penting perlu kita lakukan, karena di setiap keputusan tentu akan berpengaruh hidup kita dalam hidup kita. 

Jika ada orang yang tidak mau memilih maka sejatinya Ia telah memilih, yakni Ia lebih memilih untuk tidak memilik. Memilih untuk tidak memilih adalah suatu alternatif baru ketika pilihan yang disajikan memang cenderung tidak ada yang baik. 


Dalam setiap alur kehidupan kita tentu akan selalu disajikan berbagai pilihan, mau sekolah dimana, berteman dengan siapa, kuliah atau bekerja, cita-citanya apa, dan masih banyak lagi pilihan-pilihan yang ada dalam hidup kita. 


Alur hidup kita memang ditentukan oleh pilihan-pilihan kita. semakin baik dalam memilih maka semakin baik pula kedepannya, semakin buruk pilihan maka semakin buruk pula kedepannya. Pilihan memang seperti dua masa depan yang berbeda, seakan-akan hidup kita memang memiliki dua takdir yang berbeda. Akan tetapi alur kita tetap saja satu, yakni apa-apa saja keputusan-keputusan yang kita sudah pilih. 


Semua yang kita pilih tentu kita sendiri lah yang menjalaninya, bukan orang lain. Orang lain mau bicara ini dan itu menyarankan ini dan itu tetap saja keputusan berada ditangan kita. Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam memilih suatu keputusan, karena keputusan yang kita pilih akan menentukan kita dimasa depan.

Bersikap hati-hati dalam memilih suatu keputusan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan.  Dalam mencermati suatu kita harus tahu resiko dan akibat yang akan ditimbulkan kedepannya.

Mencermati pilihan ini kita bisa lakukan dengan dua hal, pertama mencari informasi sebanyak-banyaknya. Pertama, pencarian info dalam memilih suatu keputusan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Hal ini bisa saja terjadi karena mungkin saja kita tidak tahu resiko apa yang akan terjadi jika kita memilih suatu pilihan. 

Dalam pencarian info ini kita bisa mencarinya diberbagai sumber seperti media baik itu koran, medsos, website, dan semacamnya. Jika memang media dirasa kurang dalam memberikan info, kita juga kita bisa mencari info dari orang yang ahli dalam bidangnya atau yang sudah berpengalaman. Misalnya kita tidak universitas mana yang akan dipilih dan jurusan mana yang akan kita pilih. maka kita bisa saja bertanya kepada seorang mahasiswa mengenai detail suatu informasi yang ingin didapatkan. 

Kedua, mencari kebenaran info tersebut.  Dalam pencarian info yang begitu banyak tentu kita harus cermat atau menggunakan nalar kita dalam menilai dan memilah suatu info. Karena tidak semua info yang didapat itu benar adanya bisa saja dari info-info tersebut bisa saja salah atau bohong. Memang agak sulit dalam mencari mana yang benar dan mana yang tidak. 

Sebetulnya ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam memilih mana yang benar dan mana yang tidak. 

- mendapatkan info yang teruji banyak dipercaya orang

- penjelasannya jelas dan rinci

- valid dengan informasi lainnya

- mencari dari sumbernya bukan dari orangan orang lain

Lalu ketika kita sudah mencari info sebanyak banyaknya dan juga sudah bisa cermat dalam menilai info tersebut maka yang harus kita lakukan tentunya adalah memilih yang semestinya kita memang sudah tahu betul apa yang kita pilih itu. Lalu bagaimana jika pilihan kita itu dua-duanya baik atau memang kita sulit mendapatkan info sehingga kita tidak tahu mana yang harus kita pilih, bahkan mungkin kita bisa saja masih ragu dalam memilih. 

Satu-satunya jalan memang  meminta petunjuk kepada tuhan. Sehebat-hebatnya manusia dalam mengetahui dan memahami sesuatu tentu yang lebih tahu tetaplah Tuhan. Berdoa kepadanya serta meminta petunjuk, semoga saja apa yang kita pilih merupakan pilihan dari tuhan. Percaya pada perasaan kita dan yakinlah bahwa pilihan itu memang pilihan yang terbaik. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan tidak Menciptakan Kemiskinan

Kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak- hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Lalu apakah kemiskinan itu tuhan sendiri yang menciptakannya atau manusia sendirilah yang menciptakan kemiskinan tersebut. Akan tetapi banyak dari kalangan kita yang sering menyalahkan tuhan, mengenai ketimpangan sosial di dunia ini. Sehingga tuhan dianggap tidak mampu menuntaskan kemiskinan. (Pixabay.com) Jika kita berfikir ulang mengenai kemiskinan yang terjadi dindunia ini. Apakah tuhan memang benar-benar menciptakan sebuah kemiskinan ataukah manusia sendirilah yang sebetulnya menciptakan kemiskinan tersebut. Alangkah lebih baiknya kita semestinya mengevaluasi diri tentang diri kita, apa yang kurang dan apa yang salah karena suatu akibat itu pasti ada sebabnya. Tentunya ada tiga faktor yang menyebabkan kemiskinan itu terjadi, yakni pertama faktor  mindset dan prilaku diri sendiri, dimana yang membuat seseorang...

Pendidikan yang Humanis

Seperti yang kita kenal pendidikan merupakan suatu lembaga atau forum agar manusia menjadi berilmu dan bermanfaat bagi masyarakat. Pendidikan merupakan tolak ukur sebuah kemajuan bangsa. Semakin baik sistem pendidikannya maka semakin baik pula negaranya, semakin buruk sistem pendidikannya semakin buruk pula negara tersebut. Ironisnya di negara ini, pendidikan menjadi sebuah beban bagi para murid. Terlalu banyaknya pelajaran, kurangnya pemerataan, kurangnya fasilitas, dan minimnya tenaga pengajar menjadi PR bagi negara ini. Saat ini pendidikan di negara kita hanyalah sebatas formalitas, yang penting dapat ijazah terus dapat kerja. Seakan-akan kita adalah robot yang di setting dan dibentuk menjadi pekerja pabrik. Selain itu, ilmu-ilmu yang kita pelajari hanya sebatas ilmu hapalan dan logika. Akhlak dan moral dianggap hal yang tebelakang. Memang ada pelajaran agama di sekolah namu hal tersebut tidaklah cukup. Nilai tinggi dianggap orang yang hebat. Persaingan antar sesama pelajar mencipta...

Perlukah Seorang Perempuan Memiliki Pendidikan yang Tinggi

. Dilema Perempuan antara memilih mengurus Keluarga atau Melanjutkan Pendidikan Berbicara tentang perempuan dan pendidikan, tentunya ini menjadi dua hal yang menarik untuk dibicarakan. Sejak puluhan tahun yang lalu emansipasi wanita sering disebut-sebut oleh Kartini, sehingga kemudian hal ini menjadi sesuatu yang penting oleh sebagian kalangan. Namun, pada kenyataannya, dalam banyak hal wanita masih kerap ketinggalan, seolah memiliki sejumlah rintangan untuk bisa mendapatkan sesuatu yang terbaik, salah satunya dalam bidang pendidikan. Ilustrasi (Pixabay.com) Meski sampai saat ini semua perempuan dapat mengenyam pendidikan di bangku sekolah seperti halnya pria, namun tidak sedikit juga perempuan yang enggan untuk melakukannya. Sebagian besar wanita merasa puas dengan pendidikan yang hanya menamatkan bangku SMA saja, bahkan ketika bisa menyelesaikan sarjana saja. Hanya sedikit perempuan yang punya keinginan untuk menempuh S2 dan juga S3, dan tentu saja jumlah untuk dua jenjang pendidikan...