Langsung ke konten utama

Eksistensi Manusia karena adanya Tuhan

Keberadaan atau eksistensi manusia itu hadir secara langsung bahwa merepresentasikan Ia ad karena adanya Tuhan. Jika manusia ada pasti tuhan oun juga ada, karena mana mungkin adanya manusia tanpa ada yang menciptakan. Dunia tidak sesimpel itu tiba-tiba ada, pasti ada sebab akibatnya. Adanya manusia tidak mesti tahu apakah yang menciptakan manusia itu masih ada atau sudah tiada. Kita tidak mesti tahu dimana Tuhan berada dan apa yang sedang Tuhan lakukan, yang terpenting adanya kita di dunia ini adalah sesuatu hal yang sangat penting untuk diketahui dan dilakukan. 

Tuhan menciptakan kita pasti ada ada alasannya, Tuhan yang maha tahu mana mungkin menciptakan sesuatu dengan asal-asalan. Manusia ada itu karena adanya Tuhan, eksistensi manusia itu tergantung keberadaan tuhan. Sehingga bisa dikatakan eksistensinya manusia itu akan terhubung dengan ekesistensinya Tuhan. Ini merupakan sesuatu yang mendasar dalam memahami eksistensi manusia, dimana aku ada disitu ada Tuhan. 



Selain menciptakan manusia, Tuhan juga menciptakan alam beserta seperangkatnya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia serta dengan adanya alam manusia menjadi eksisten. Dengan adanya alam, manusia menjadi berfungsi dengan semestinya. Seperti sebuah pena dan kertas, maka pena tidak akan berfungsi jika tanpa kertas dan begitu juga dengan sebaliknya. Manusia dan alam juga demikian, manusia bekerja dan menjalankan fungsinya itu karen danya alam serta alam menjadi berguna karena digunakan oleh manusia. 

Sebuah eksistensi memang tidak akan berdiri-sendiri, Ia akan selalu menggantungkan keberadaan yang lainnya agar dirinya eksis. Antara satu dengan yang lainnya maka akan saling mengeksiskan diri. Alam butuh manusia dan manusia juga butuh alam, semuanya saling terhubung dan saling terikat dimana mereka tidak kan terpisahkan selama Ia masih hidup. 

Tujuan manusia diciptakan, yaitu untuk menjadi wakil Tuhan di muka bumi ini. Manusia menjadi perwujudan eksistensi Tuhan di muka bumi ini. Namun banyaknya problem di muka bumi dimana pikiran manusia yang begitu beragam dan kompleks sehingga ada saja manusia yang membangkang. Lalu Tuhan menciptakan mereka yang baik, guna menyadarkan mereka dari kekufuran.

Eksistensi manusia tergantung seberapa taat Ia pada sang pencipta, manusia memang diberi kebebasan namun juga ada hal-hal yang terikat. Janji kontrak kepada Tuhan dimana Ia harus taat, merupakan bukti bahwa Ia adalah makhluk yang sesuai apa yang diciptakan oleh Tuhan.

Berbeda dengan makhluk lainnya dimana manusia memang diberikan sebuah kebebasan oleh Tuhan untuk memilih seperti apa hidupnya. Banyak yang menyalah artikan bahwa eksistensi manusia itu adalah bebas dari perintah Tuhan. Ia menganggap bahwa menuruti perintah Tuhan tidak akan membuat dirinya eksis, Ia merasa bahwa Ia harus menjadi dirinya sendiri tanpa ad yang mengatur sekalipun itu adalah Tuhan. 

Ini sebenarnya pemikiran yang melenceng, sebuah penciptaan itu diciptakan pasti dengan seperangkat fungsi dan tujuannya. Apabila Ia melawan fungsi dan tujuan dari sebelumnya justru Ia bukanlah eksis tetapi justru menghilangkan eksistensinya sebagai manusia. Semisal contohnya ketika kita menciptakan sebuah gelas untuk minum, maka gelas itu eksis dengan semestinya, Ia diciptakan sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Namun jika gelas tersebut digunakan untuk dilempar, maka eksistensinya pun juga hilang karena penciptaan gelas tidak sesuai dengan tujuan dan fungsinya. 

Lalu manusia bodoh mana yang mengatakan bahwa dirinya eksis dan bebas dengan cara melawan ketetapan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Apakah Ia masih dikatakan sebagai manusia jika fungsi dan tujuannya pun tidak sesuai dengan semestinya. Melawan ketetapan Tuhan justru hanya menghilangkan eksistensi diri dan menghancurkan diri. Tuhan lebih tahu mengenai tujuan diciptakannya manusia. Manusia jangan sombong, seakan-akan Ia lebih tahu daripada Tuhan. Bahkan semua yang diciptakan oleh Tuhan, tunduk dan patuh atas ketetapannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan tidak Menciptakan Kemiskinan

Kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak- hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Lalu apakah kemiskinan itu tuhan sendiri yang menciptakannya atau manusia sendirilah yang menciptakan kemiskinan tersebut. Akan tetapi banyak dari kalangan kita yang sering menyalahkan tuhan, mengenai ketimpangan sosial di dunia ini. Sehingga tuhan dianggap tidak mampu menuntaskan kemiskinan. (Pixabay.com) Jika kita berfikir ulang mengenai kemiskinan yang terjadi dindunia ini. Apakah tuhan memang benar-benar menciptakan sebuah kemiskinan ataukah manusia sendirilah yang sebetulnya menciptakan kemiskinan tersebut. Alangkah lebih baiknya kita semestinya mengevaluasi diri tentang diri kita, apa yang kurang dan apa yang salah karena suatu akibat itu pasti ada sebabnya. Tentunya ada tiga faktor yang menyebabkan kemiskinan itu terjadi, yakni pertama faktor  mindset dan prilaku diri sendiri, dimana yang membuat seseorang...

Pendidikan yang Humanis

Seperti yang kita kenal pendidikan merupakan suatu lembaga atau forum agar manusia menjadi berilmu dan bermanfaat bagi masyarakat. Pendidikan merupakan tolak ukur sebuah kemajuan bangsa. Semakin baik sistem pendidikannya maka semakin baik pula negaranya, semakin buruk sistem pendidikannya semakin buruk pula negara tersebut. Ironisnya di negara ini, pendidikan menjadi sebuah beban bagi para murid. Terlalu banyaknya pelajaran, kurangnya pemerataan, kurangnya fasilitas, dan minimnya tenaga pengajar menjadi PR bagi negara ini. Saat ini pendidikan di negara kita hanyalah sebatas formalitas, yang penting dapat ijazah terus dapat kerja. Seakan-akan kita adalah robot yang di setting dan dibentuk menjadi pekerja pabrik. Selain itu, ilmu-ilmu yang kita pelajari hanya sebatas ilmu hapalan dan logika. Akhlak dan moral dianggap hal yang tebelakang. Memang ada pelajaran agama di sekolah namu hal tersebut tidaklah cukup. Nilai tinggi dianggap orang yang hebat. Persaingan antar sesama pelajar mencipta...

Perlukah Seorang Perempuan Memiliki Pendidikan yang Tinggi

. Dilema Perempuan antara memilih mengurus Keluarga atau Melanjutkan Pendidikan Berbicara tentang perempuan dan pendidikan, tentunya ini menjadi dua hal yang menarik untuk dibicarakan. Sejak puluhan tahun yang lalu emansipasi wanita sering disebut-sebut oleh Kartini, sehingga kemudian hal ini menjadi sesuatu yang penting oleh sebagian kalangan. Namun, pada kenyataannya, dalam banyak hal wanita masih kerap ketinggalan, seolah memiliki sejumlah rintangan untuk bisa mendapatkan sesuatu yang terbaik, salah satunya dalam bidang pendidikan. Ilustrasi (Pixabay.com) Meski sampai saat ini semua perempuan dapat mengenyam pendidikan di bangku sekolah seperti halnya pria, namun tidak sedikit juga perempuan yang enggan untuk melakukannya. Sebagian besar wanita merasa puas dengan pendidikan yang hanya menamatkan bangku SMA saja, bahkan ketika bisa menyelesaikan sarjana saja. Hanya sedikit perempuan yang punya keinginan untuk menempuh S2 dan juga S3, dan tentu saja jumlah untuk dua jenjang pendidikan...