Langsung ke konten utama

Antara Alam Pikiran dan Alam Realitas

Pernahkan kamu berfikir? Ya tentunya semua orang di dunia ini melakukan segala aktifitas dengan berfikir kecuali pada saat tidur dan pingsan. Hal yang unik dari manusia adalah manusia berbeda dengan fikirannya hewan. Hewan hanya berfikir berdasarkan insting naluri berfikirnya jika ada hewa-hewan cerdas seperti lumba-lumba dan  simpanse, mereka tentunya harus dilati terlebih dahulu. Tanpa dilatih mereka hanya hewan biasa walaupun di katakan hewan cerdas pun pemikiran mereka tetap saja tidak bisa berkembang.

(Pixlab.com)

Manusia tentunya memiliki kelebihan dibandingkan dengan hewan lain yakni pikiran, dengan pikiran manusia bisa melakukan hal yang sulit menjadi mudah, membuat hal yang kreatif dan inovatif, berimajinasi, berlogika, mempelajari hal baru dan masih banyak yang lainnya. Sejauh ini peradaban diciptakan oleh manusia dari masa-masa, manusia mempelajari hal baru dan ilmi-ilmu baru.

Berbicara tentang pemikiram ini tentunya adalah hal yang unik, karena setiap orang memiliki tingkat dan gaya berfikir yang berbeda-beda. Kita tidak bisa menyamakan pemikiran satu orang dengan orang lainnya, walaupun mereka adalah kembar dan dibesarkan di keluarga yang sama tetapi pemikiran setiap orang berbeda-beda.

Ada beberapa hal yang menyebabkan pikiran setiap orang berbeda-beda yaitu latar belakang kehidupan, pendidikan, spiritualitas, emosional, kecerdasan, dan lain sebagainya. Mungkin dilain waktu saya ingin membahas mengenai apa yang menyebabkan pikiran setiap orang berbeda-beda.

Untuk sekarang saya akan membahas alam pikiran. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, alam pikiran setiap orang tentu berbeda-beda saya mungkin tidak akan terlalu detail menjelaskan mengenai alam pikiran sendiri. Disini saya ingin menghubungkan antara alam pikiran dengan alam realitas.

Pikiran adalah sesuatu yang paling bebas dalam diri kita. Kita bebas dan gratis siapapun boleh melakukannya seperti menghayal dan membayangkan sesuatu, mau itu kamu nikah sama orang yang kamu sukai, punya uang banyak, jadi orang terkenal, semua bisa kamu ciptakan dalam sebuah pikiran.

Lalu dari manakah kita bisa memikirkan hal tersebut? Tentunya ketika memikirkan hal tersebut kita mengambil dari realitas. Seseorang tidak bisa membayangkan mobil tanpa melihat mobil terlebih dahulu. Alam realitas ini juga bisa disebut alam material dimana sifatnya nyata. 

Antara mana yang terlebih dahulu material (alam realitas) atau ide (alam pikiran) yang terlebih dahulu. Memang ada perbedaan mana yang terlebih dahulu, bisa jadi material dulu karena kita tidak bisa membayangkan tanpa ada hal yang dibayangkan, atau bisa jadi ide dulu karena sebuah benda atau hal baru muncul karena sebuah ide. Ini sebetulnya sama seperti, duluan mana antara telur dengan ayam. Tentunya ini akan seperti siklus yang melingkar dan tidak akan pernah selesai.

Mengenai alam pikiran, memang hal tersebut adalah hal yang ghoib, ada tapi tidak terlihat. Hanya orangnya saja yang mengetahui pikirannya sendiri, kita tidak punya alat untuk memproyeksikan pikiran orang lain. Tetapi pikiran ini tentunya bisa diwujudkan, namu hal tersebut tidaklah mudah. Hukum pikiran dengan hukum realitas tentunya berbeda jauh. Yang menentukan Hukum pikiran adalah pikiran-pikiran kita sendiri, sedangkan hukum realitas adalah hal sudah ditetapkan oleh tuhan. Sehingga jika kita ingin menuangkan sebuah ide tentunya harus bisa menyesuaikan dengan realitas. Selain itu juga, kita harus memiliki kemampuan khusus dalam mewujudkannya, seperti misalnya kamu membayangkan sesuatu tetapi kamu ternyata tidak bisa melakukannya karena kamu tidak ahli dalam menggambar sehingga kamu tidak bisa mewujudkannya ke alam realitas.

Terus juga terkadang saya berfikir, mengapa banyak keinginan kita tidak terwujud atau tidak bisa diwujudkan? Karena jika diwujudkan justru akan terjadi bencana apa jadinya jika semua orang terwujud pemikirannya? Maka hal yang terjadi akan saling bertabrakan antara satu dengan yang lainnya. Pikiran kita memang berbeda-beda namun realitas kita hanya satu. Kita hidup bersama-sama dan saling berdampingan. Makanya penting diciptakannya suatu aturan untuk menjaga sebuah ketertiban umum.

Jadi bisa disimpulkan bahwa, dalam mewujudkan alam pikiran kita kedalam alam realitas, yaitu: pertama, bisa menyesuaikan dengan hukum realitas, kedua memiliki kemampuan dalam mewujudkannya, ketiga, tidak saling bertabrakan dengan yang lainnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan tidak Menciptakan Kemiskinan

Kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak- hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Lalu apakah kemiskinan itu tuhan sendiri yang menciptakannya atau manusia sendirilah yang menciptakan kemiskinan tersebut. Akan tetapi banyak dari kalangan kita yang sering menyalahkan tuhan, mengenai ketimpangan sosial di dunia ini. Sehingga tuhan dianggap tidak mampu menuntaskan kemiskinan. (Pixabay.com) Jika kita berfikir ulang mengenai kemiskinan yang terjadi dindunia ini. Apakah tuhan memang benar-benar menciptakan sebuah kemiskinan ataukah manusia sendirilah yang sebetulnya menciptakan kemiskinan tersebut. Alangkah lebih baiknya kita semestinya mengevaluasi diri tentang diri kita, apa yang kurang dan apa yang salah karena suatu akibat itu pasti ada sebabnya. Tentunya ada tiga faktor yang menyebabkan kemiskinan itu terjadi, yakni pertama faktor  mindset dan prilaku diri sendiri, dimana yang membuat seseorang...

Pendidikan yang Humanis

Seperti yang kita kenal pendidikan merupakan suatu lembaga atau forum agar manusia menjadi berilmu dan bermanfaat bagi masyarakat. Pendidikan merupakan tolak ukur sebuah kemajuan bangsa. Semakin baik sistem pendidikannya maka semakin baik pula negaranya, semakin buruk sistem pendidikannya semakin buruk pula negara tersebut. Ironisnya di negara ini, pendidikan menjadi sebuah beban bagi para murid. Terlalu banyaknya pelajaran, kurangnya pemerataan, kurangnya fasilitas, dan minimnya tenaga pengajar menjadi PR bagi negara ini. Saat ini pendidikan di negara kita hanyalah sebatas formalitas, yang penting dapat ijazah terus dapat kerja. Seakan-akan kita adalah robot yang di setting dan dibentuk menjadi pekerja pabrik. Selain itu, ilmu-ilmu yang kita pelajari hanya sebatas ilmu hapalan dan logika. Akhlak dan moral dianggap hal yang tebelakang. Memang ada pelajaran agama di sekolah namu hal tersebut tidaklah cukup. Nilai tinggi dianggap orang yang hebat. Persaingan antar sesama pelajar mencipta...

Perlukah Seorang Perempuan Memiliki Pendidikan yang Tinggi

. Dilema Perempuan antara memilih mengurus Keluarga atau Melanjutkan Pendidikan Berbicara tentang perempuan dan pendidikan, tentunya ini menjadi dua hal yang menarik untuk dibicarakan. Sejak puluhan tahun yang lalu emansipasi wanita sering disebut-sebut oleh Kartini, sehingga kemudian hal ini menjadi sesuatu yang penting oleh sebagian kalangan. Namun, pada kenyataannya, dalam banyak hal wanita masih kerap ketinggalan, seolah memiliki sejumlah rintangan untuk bisa mendapatkan sesuatu yang terbaik, salah satunya dalam bidang pendidikan. Ilustrasi (Pixabay.com) Meski sampai saat ini semua perempuan dapat mengenyam pendidikan di bangku sekolah seperti halnya pria, namun tidak sedikit juga perempuan yang enggan untuk melakukannya. Sebagian besar wanita merasa puas dengan pendidikan yang hanya menamatkan bangku SMA saja, bahkan ketika bisa menyelesaikan sarjana saja. Hanya sedikit perempuan yang punya keinginan untuk menempuh S2 dan juga S3, dan tentu saja jumlah untuk dua jenjang pendidikan...