Langsung ke konten utama

Andai Aku Bisa Memanipulasi Ruang Waktu

Rasa sesak ini, ruang yang terasa sempit, dan waktu yang terus mendesak—semua itu menghimpitku.  Andai aku bisa memanipulasi ruang dan waktu, betapa leganya.  Bayangan teleportasi ke tempat-tempat terpencil, menikmati keindahan alam tanpa batas, sendirian, terasa begitu menenangkan.  Ruang tanpa akhir, hanya aku dan kedamaiannya.

Manipulasi waktu juga menawarkan kelegaan lain.  Istirahat tanpa batas, waktu untuk merenung, untuk menata kembali pikiran yang kacau.  Kebebasan dari tuntutan sosial, dari hiruk-pikuk kehidupan yang tak pernah berhenti.  Kebebasan untuk sekadar ada, tanpa harus berbuat.

Namun, di balik keinginan untuk melarikan diri, ada kesadaran akan realita.  Ruang sempit ini juga tempatku berinteraksi, tempatku belajar, tempatku tumbuh.  Waktu yang mendesak ini juga yang mendorongku untuk produktif, untuk berkarya, untuk mengalami.  Keinginan untuk memanipulasi ruang dan waktu adalah cerminan kerinduan akan kedamaian, namun juga pengakuan akan pentingnya keterbatasan.  Keterbatasan yang justru membentuk dan mendewasakanku.

Mungkin, kunci bukan melarikan diri dari ruang dan waktu, melainkan belajar untuk hidup dalam ruang dan waktu ini dengan lebih bijak.  Mencari kedamaian di tengah hiruk-pikuk, menemukan kebebasan di dalam keterbatasan.  Menerima, dan kemudian, mencipta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan tidak Menciptakan Kemiskinan

Kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak- hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Lalu apakah kemiskinan itu tuhan sendiri yang menciptakannya atau manusia sendirilah yang menciptakan kemiskinan tersebut. Akan tetapi banyak dari kalangan kita yang sering menyalahkan tuhan, mengenai ketimpangan sosial di dunia ini. Sehingga tuhan dianggap tidak mampu menuntaskan kemiskinan. (Pixabay.com) Jika kita berfikir ulang mengenai kemiskinan yang terjadi dindunia ini. Apakah tuhan memang benar-benar menciptakan sebuah kemiskinan ataukah manusia sendirilah yang sebetulnya menciptakan kemiskinan tersebut. Alangkah lebih baiknya kita semestinya mengevaluasi diri tentang diri kita, apa yang kurang dan apa yang salah karena suatu akibat itu pasti ada sebabnya. Tentunya ada tiga faktor yang menyebabkan kemiskinan itu terjadi, yakni pertama faktor  mindset dan prilaku diri sendiri, dimana yang membuat seseorang...

Pendidikan yang Humanis

Seperti yang kita kenal pendidikan merupakan suatu lembaga atau forum agar manusia menjadi berilmu dan bermanfaat bagi masyarakat. Pendidikan merupakan tolak ukur sebuah kemajuan bangsa. Semakin baik sistem pendidikannya maka semakin baik pula negaranya, semakin buruk sistem pendidikannya semakin buruk pula negara tersebut. Ironisnya di negara ini, pendidikan menjadi sebuah beban bagi para murid. Terlalu banyaknya pelajaran, kurangnya pemerataan, kurangnya fasilitas, dan minimnya tenaga pengajar menjadi PR bagi negara ini. Saat ini pendidikan di negara kita hanyalah sebatas formalitas, yang penting dapat ijazah terus dapat kerja. Seakan-akan kita adalah robot yang di setting dan dibentuk menjadi pekerja pabrik. Selain itu, ilmu-ilmu yang kita pelajari hanya sebatas ilmu hapalan dan logika. Akhlak dan moral dianggap hal yang tebelakang. Memang ada pelajaran agama di sekolah namu hal tersebut tidaklah cukup. Nilai tinggi dianggap orang yang hebat. Persaingan antar sesama pelajar mencipta...

Catatan Lapang Riset di Desa Cikeusal (Awal)

. Catatan Awal Sebuah Perjalanan di Bawah Kaki Gunung Kromong Sabtu 20 Maret 2021, pukul 12.30 saya bersama teman saya berangkat dari Pondok Pesantren Ulumuddin menuju desa yang hendak dijadikan aktifitas turun lapang, yakni desa Cikeusal. Diperjalanan tepatnya di Palimanan, kami terjebak hujan, dan memutuskan untuk meneduh di suatu warung. Pukul 13.00 di warung tersebut kita sempat berbincang-bincang sedikit dengan pemiliknya (kami lupa menanyakan namanya). Kami bertanya kepada pemilik warung rute menuju desa Cikeusal. Setelah memberitahu rute, Pemilik warung menceritakan sedikit mengenai desa Cikeusal, bahwa desa tersebut merupakan salah satu desa binaan dari pabrik Indocement, desa binaan lainnya yaitu Palimanan Barat, Cupang, Walahar, Gempol, Kedungbunder, Ciwaringin. Pada pukul 13.30 kami merasa hujan ini akan awet dan akhirnya kami memutuskan untuk berangkat menuju lokasi. Ketika menuju desa Cikeusal terlihat jalanan penuh lubang, dan banyak mobil truk pembawa batu a...