Ketika generasi yang sering dijuluki “boomer” itu akhirnya pensiun permanen dari panggung sejarah secara biologis maupun struktural dunia tidak langsung kiamat, tidak juga langsung utopia. Tidak ada sirene kosmik berbunyi, tidak ada patch update otomatis dari semesta yang berbunyi: “Selamat, sistem sosial berhasil diperbarui ke versi Milenial 3.0 dan Gen Z 1.5.” Dunia tetap berputar, tagihan tetap datang, dan algoritma tetap lebih tahu isi hati kita daripada kita sendiri. Selama ini narasinya sederhana dan agak malas berpikir: boomer = kolot, milenial dan gen z = progresif. Seolah-olah sejarah adalah pertandingan sepak bola dan generasi hanyalah dua klub yang saling ejek di kolom komentar. Padahal realitas sosial lebih mirip ekosistem. Tidak ada generasi yang lahir dari ruang hampa. Milenial dan Gen Z dibesarkan oleh siapa? Ya oleh generasi yang sekarang sering mereka sindir. Ironi kecil yang lucu. Bayangkan skenario ketika kursi-kursi kekuasaan, ruang-ruang rapat, dan meja kebijaka...